Ini Bukan Pameran Manga! Ini Pameran Komik!
Seperti halnya realis adalah salah satu genre dalam seni lukis, manga juga merupakan salah satu aliran dalam komik. Beriringan dengan itu, dan karena tidak ada yang menyebutkan ‘pameran realis’; maka ini adalah pameran komik, bukan pameran manga. Pameran ini bukannya memamerkan banyak komik; tetapi keseluruhan isi pameran ini adalah sebuah komik.
Komikusnya adalah Ariela Kristantina; yang lebih dikenal dengan nama pena Rie, dalam ranah komik Indonesia. Ariela, dan beberapa orang temannya yang tergabung dalam kelompok 7 Blue Artland, mempunyai sebuah majalah komik 4 bulanan bernama Splash. Majalah yang dengan mudahnya bisa Anda temukan di toko buku (seperti Gramedia) ini mereka terbitkan dan distribusikan secara mandiri. Kesukaan akan komik, dan pilihan gaya manga, ditekuni Ariela semenjak SMA.
Dengan latar belakang pendidikan Informasi Teknologi, Ariela tetap membuat komik. Baginya, komik dan ilustrasi lepas adalah kepuasan pribadinya. Awal saya mengenalnya, Ariela mempunyai cara pandang yang menarik terhadap dunia seni. Menurutnya, ia tak akan menjadi bagian dari dunia itu karena apa yang dikerjakannya adalah ‘menggambar egois’. Menurut saya, apa yang dilakukannya sama dengan yang apa dilakukan seniman lain pada umumnya; berkarya apapun yang mengekspresikan dirinya dengan gaya/cara/media yang disukainya.
Pameran kali ini, the.trails.of.the.midnight.bunny, adalah pameran tunggalnya yang pertama. Seluruh ruangan akan diisi dengan ‘gambar-gambar egois’nya yang adalah satu kesatuan. Pengunjung harus mengikuti alur yang sudah dibangun untuk memahami ceritanya. Jangan salah sangka dulu, Ariela tidak memaksa pengunjung untuk mengikuti semua yang diinginkannya.
Cerita yang dibuatnya memiliki beberapa pilihan akhiran. Seperti pertama kali Alice in Wonderland diterbitkan atau serial Choose Your Own Adventure, pengunjung diberikan kesempatan memilih kelanjutan cerita yang dibangun Ariela. Seperti halnya kehidupan; manusia tidak diberikan pilihan untuk hidup atau tidak, namun bebas memilih jalan yang ingin ditempuhnya.
Tema yang diangkat Ariela dalam komiknya adalah perihal jejak-jejak dalam kehidupan. Kalau ia menjuduli pernyataannya Manusia//Jejak, itu karena pesan dibalik semua komik bertokoh boneka kelinci ini ditujukan bagi publik penikmat karyanya –manusia; dan ia pun berkisah berdasarkan pengetahuan, dan pengalaman hidupnya.
Bagaimana seorang seniman bisa menuntun pengunjung mengelilingi sebuah ruang pamer untuk melihat karyanya? Dan, sejauh mana cara ini akan berhasil? Mari nantikan the.trails.of.the.midnight.bunny!
Tabik,
Grace Samboh, penulis seni rupa, tinggal di Yogyakarta. |